Jons Ade Nopendra Minta Pemprov Turun Bantu Fasilitas Umum Untuk Pengunjung Pacu Jalur

Jons Ade Nopendra Minta Pemprov Turun Bantu Fasilitas Umum Untuk Pengunjung Pacu Jalur

TELUK KUANTAN - Pasca viral pacu jalur tradisional ivent nasional ditepian Narosa dari tanggal 20 hingga 24 Agustus mendatang bakal bertambah ramai kehadiran pengujung luar daerah bahkan luar negeri.

Guna mengurangi permasalahan-permasalahan dalam pelayanan terhadap penonton, anggota DPRD Riau, Jons Ade Nopendra, meminta Pemprov Riau turun gunung membantu Kuansing.

Jons Ade Nopendra lebih menyorot fasilitas umum untuk pengunjung. Sebab melihat pelayanan didaerah wisata yang paling mereka layani itu pengunjung umum itu. 

" Pengunjung nyaman apalagi yang berasal dari luar mereka akan menjadi duta bagi pacu jalur didaerah masing-masing,"ujarnya. 

Kaiau tamu-tamu VIP katanya sudah ada panitia yang akan melayani.

Permasalahan yang perlu mendapat bantuan untuk pengunjung umum dari Pemprov ujarnya seperti sarana untuk mandi, cuci kakus atau MCK 

" Menurut Saya dengan jumlah pengunjung sebanyak itu dari berbagai daerah minimal  20 WC Fortable atau WC mobil untuk dikawasan Narosa dan Seberang Taluk,"ujarnya.

" WC fortabe sangat dibutuhkan, apalagi bagi perempuan,"sambungnya.

Kemudian mobil-mobil tangki untuk mengedrop pasokan air. Menurutnya minimal ada 20 truk tangki air yang stand by. Sehingga kelangkaan pasokan air tidak terjadi.

Kemudian, lanjutnya tenda-tenda besar untuk lokasi sholat dan rehat. Sebab fasilitas itu sangat minim dan mesjid serta surau yang ada di lokasi tidak mampu menampung jemaah.

" Pengunjung yang sudah tua, anak-anak dan perempuan menyusui dan tidak masuk tribun perlu ruang untuk rehat,"katanya.

Selanjutnya juga Posko Coroner Centre. Alasannya kata Jons Ade, sering terjadi kasus pemacu pingsan akibat kelelahan dan terkena serangan jantung saat berpacu, bahkan ada yang meninggal dunia.

" Perlu ada Posko Coroner Centre untuk penanganan pertama, sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan,"katanya.

Kemudian DLHK Riau juga perlu memback up DLH Kuansing dalam mencipta dan menjaga kebersihan arena dan sungai Kuantan.

" Misal memasang alat penjaring sampah  disungai Kuantan didesa Pulau Aro pada saat pacu jalur berlangsung. Sehingga sampah di arena akan berkurang untuk menciptakan kenyamanan,"tukasnya.

Mengapa Pemprov Riau sebutnya, sebab Pemprov dapat melakukuian kordinasi dengan kabupaten, kota , Ormas dan perusahaan guna menghadirkan fasiliitas tersebut.

Jika Fasum-fasum itu terpenuhi maka katanya akan mengurangi beban Kuansing dalam menghadirkan fasiilitas pendukung selama pacu jalur.

Sebab sukses pelaksanaan pacu jalur akan menjadi taruhan dan nama baik Riau dimata nasional dan internasional.

" Saya menyarankan Pemprov Riau segera melakukan rapat koordinasi dengan Pemkab Kuansing membahas permasalahan yang akan muncul dan cara menanganinya,"pinta Jons Ade. ( rls )

Berita Lainnya

Index